Skip to main content

Posts

Dinas PU Kong Kalikong Dengan Kontraktor

SEBA – Dinas Pekerjaan Umun (PU) Kabupaten Sabu Raijua diduga kong kalikong dengan para kontraktor dalam pelaksanaan proyek Tahun Anggaran 2012. Ketua Fraksi PDIP Sabu Raijua, Leonidas VC Adoe, mengatakan, hingga kini banyak pekerjaan yang belum selesai. “Kita menduga, molornya berbagai pekerjaan proyek karena ada kong kalikong antara Dinas PU dengan Kontraktor,”kata Leonidas. Menurut Leonidas, Dinas PU dan kontraktor selalu beralasan, keterlambatan penyelesaian pekerjaan disebabkan sulitnya memobilisasi material. “Setiap keterlambatan pekerjaan, selalu alasannya sama, yakni masalah transportasi. Dan itu seperti senjata pemangkas mereka,” tohoknya. Sementara itu, Eren Haba Rajda, salah satu petinggi Dinas PU Sabu Raijua, menjelaskan, semua material pekerjaan di Sabu Raijua diambil dari luar pulau Sabu. Ini yang menyebabkan beberapa pekerjaan selesai tidak tepat waktu. Belum lagi kalau cuaca alam tidak bersahabat.

Ini Hasil Sementara Pilkada di Empat Kabupaten

HASIL SEMENTARA MANGGARAI TIMUR - --------------------------------------------------------- 1. Bravo              3.264    Suara (8%) 2. Wintas            13.131  Suara (33%)               3. Yoga               21.650  Suara (54%) 4.  Setia                 1.822  Suara (5%) --------------------------------------------------------- * Data dari 195 TPS dari Total 601 TPS * Sumber: KPU Manggarai Timur ----------------------------------------------------------- HASIL SEMENTARA SUMBA TENGAH ------------------------------------------------------------- 1. Ubud            9.546 Suara 2. Daud             2.854 Suara 3. Damai           3.392 Suara ------------------------------------------------------------- * Dari 90 TPS dari total 200 TPS * Sumber: KPU Sumba Tengah -------------------------------------------------------------- HASIL SEMENTARA SUMBA BARAT DAYA ---------------------------------------------------------------- 1. Manis            10.667 Suara (7%) 2. KONco OLE ATE 79.715 Sua

Pilkada Belu Dilaksanakan 13 Oktober 2013

upang – Juru Bicara KPU NTT Djidon de Haan, mengatakan, Pilkada Kabupaten Belu paling lambat dilaksanakan pada 31 Oktober 2013. “Jika sampai batas waktu 31 Oktober, Pilkada Belu belum bisa digelar maka KPU tidak bisa berbuat apa-apa karena pelaksanaan Pilkada di atas 31 Oktober, maka KPU dapat dikategorikan melanggar undang-undang,” kata de Haan, di Kupang, Minggu. Sejauh ini di Belu masih terjadi silang pendapat lantaran Bupati Belu Joachim Lopez, menegaskan, pilkada Belu tidak akan melibatkan pemilih dari Kabupaten Malaka, yakni kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Belu. Namun Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mengeluarkan aturan sebaliknya, yakni pemilih di Kabupaten Malaka harus ikut memilih di Pilkada Belu. “Mengapa untuk pemilihan legislatif 2014, pemerintah Kabupaten Belu menyerahkan DP4 mencakup 24 kecamatan. Tetapi untuk Pilkada Belu, pemerintah daerah hanya menyerahkan DP4 12 kecamatan saja,” tanya de Han. de Haan menjelaskan, Malaka memang sudah menja

Bidan Cantik Dihamili Oknum Polisi

ATAMBUA – Seorang bidan cantik di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu berinisial HM mengaku dihamili YL, oknum anggota polisi dari Polres Belu. Kasus ini telah diadukan HM ke Provost Polres Belu karena YL enggan bertanggung jawab. HM didampingi salah satu keluarganya, yakni Mama Getrudis Lan, kepada wartawan di Atambua, Sabtu (3/8/2013) mengatakan, perkenalannya dengan YL terjadi sejak Maret 2012. Sejak saat itu hubungan mereka menjadi serius dan HM sering menginap di kos YL. Selain di kos, HM dan YL juga sering bermadu kasih di hotel. Alhasil HM pun hamil. Sayang, YL enggan bertanggung jawab. Mama Getrudis mengaku, selama di Atambua, HM tinggal di rumahnya. Pada 5 Juli, HM pernah meminta ijin pulang kampung. Tapi ternyata bukan pulang kampung, HM justru diajak YL nginap di salah satu hotel di Atambua. Selain di Atambua, HM juga pernah diajak YL nginap disalah satu hotel di Kupang selama seminggu. “Dia (YL) bawa anak kami (HM) ke Kupang dan selama seminggu menginap di hotel. Suda

Gedung Perkantoran Kabupaten Kupang Dikerjakan Asal Jadi

KUPANG – Aparat Kejaksaan Tinggi (Kejati) saat ini mulai melakukan pemeriksaan terhadap gedung-gedung di kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang yang diduga dikerjakan asal jadi.   “Selain terjadi kerusakan besar pada gedung, pekerjaannya pun dibayar saat kontrak sudah mati, bahkan tidak ada kajian PHO dan FHO,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Anthon Natun. Menurut Anthon Natun, sejak awal DPRD telah mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memperpanjang kontrak yang sudah mati sebelum melakukan pembayaran. Tapi nasehat tersebut tidak pernah diindahkan. “Dulu saya ingatkan, jangan terlalu cepat lakukan pembayaran, nanti kalau gedung rusak siapa yang bertanggung jawab. Nah, sekarang gedung sudah rusak, maka kita minta mereka bertanggung jawab,” tegasnya. Anthon Natun menjelaskan, pembayaran pekerjaan gedung tanpa ada kajian teknis PHO dan FHO. “Saya pegang kontrak-kontrak yang sudah mati dan tanggal kuitansi pembayaran, mereka bayar de

Gubernur Dan Wakil Gubernur NTT Akan Berkantor Di Labuan Bajo

KUPANG – Pasca terbakarnya Kantor Gubernur NTT pada Jumat (9/8/13) pagi, beredar rumor kalau Gubernur dan Wakil Gubernur NTT akan berkantor sementara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Disana Gubernur dan Wakil Gubernur akan melaksanakan tugas-tugas kepemerintahan, sekaligus memantau dari dekat persiapan pelaksanaan puncak acara Sail Komodo 2013 yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 September 2013 mendatang.  Kantor Gubernur NTT Terbakar “Tapi sampai dengan saat ini belum ada petunjuk dari Gubernur ,” ujar Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Wellem Foni kepada sergapntt.com di Kupang, Jumat (9/8/13). Gubernur dan Wakil Gubernur sendiri, kini sedang berada di Adonara, Kabupaten Flores Timur. Mereka kesana untuk merayakan ritual adat dan syukuran atas kemenangan mereka di putaran ke 2  Pilgub NTT periode 2013-2018 yang digelar 23 Mei 2013 lalu. “Gubernur masih di Adonara,” tegas Wellem Foni

Bawa Lari Anak Dibawah Umur, Doa Ditangkap Polisi

ENDE   -- Doa (22) Warga Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, terpaksa harus melewatkan Lebaran kali ini dibalik jeruji besi Polres Ende menyusul tindakannya yang membawa lari seorang anak gadis yang juga warga setempat ke rumah kos temannya pada, Sabtu (3/8/2013). Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin kepada Pos Kupang di Ende, Selasa (6/8/2013) menjelaskan bahwa kasus tersebut berawal ketika Bunga (red-nama samaran) baru pulang dari NTB. Namun demikian siswi kelas II SMA itu tidak langsung ke rumah orang tuanya namun justru dibawa kabur Doa ke rumah kos temannya. Selama berada di rumah kos temannya itu ujar Kapolres Musni kepada polisi Doa mengaku bahwa mereka tidak melakukan hubungan terlarang namun hanya berpelukan. Sementara itu orang tua Bunga yang kehilangan Bunga berusaha mencari bersangkutan bahwa sempat ditanyakan kepada Doa namun yang bersangkutan mengelak namun demikian ahkhirnya ketahuan juga oleh orang tua Bunga. Merasa bahwa anak gadisnya dibawa lari oleh