Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2021

Berita: PLN perkirakan pemulihan listrik di Kupang berlangsung sebulan

KUPANG--General Manager  PLN  Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus  Jatmiko , menyatakan pemulihan listrik di kota ini bisa berlangsung hingga satu bulan. "Kalau melihat kondisi kerusakaan saat ini, minimal di  Kota Kupang , bisa sampai satu bulan untuk sampai ke rumah-rumah. Untuk jalur utama kami usahakan dua minggu, sedangkan dari jalur utama ke sambungan rumah bisa satu bulan," katanya kepada wartawan di Kantor PLN Area Kupang, Selasa (6/4) siang. Dari 22 jalur utama pasokan listrik di Kota Kupang, PLN baru mengoperasikan tiga jalur pada Senin malam. Jalur-jalur tersebut yakni jalur utama Oebufu, arah ke Lippo Plaza, dan  Oepoi . Hari ini, pihaknya sedang mengupayakan dua jalur utama lain selesai, yakni jalur Penfui dan Walikota. Dikutip dari Pos Kupang.com , berdasarkan data hingga pukul 13.00 Wita tadi, jumlah gardu yang terdampak sebanyak 784 buah. Dari jumlah tersebut, gardu yang telah menyala sebanyak 57 gardu. Sedangkan, 727 gardu lain masih padam. Untuk UP

Berita: Listrik Mati, Kupang Bak Kota Mati karena Cuaca Ekstrem

Dilansir dari Antara , kondisi Kupang saat ini masih gelap gulita. Kepala Biro Antara NTT Bernadus Tokan mengatakan, saat suasana gelap gulit, warga memilih bertahan di dalam rumah. Banyak warga saat ini berburu lilin untuk penerangana darurat ke warung-warung terdekat. Sebagian warga yang lain mencari rumah yang memiliki genset untuk sekadar mengisi daya telepon selular. Mereka rela membayar Rp5 ribu per jam untuk menghidupkan kembali telepon selular mereka agar bisa berkomunikasi dan memberi kabar pada keluarga. Aditya, seorang mahasiswa mengatakan dirinya membayar Rp5 ribu untuk bisa mengecas HP. "Ini agar bisa berkomunikasi dengan orang tua," katanya. Untuk telekomunikasi, terdapat titik tertentu yang bisa mendapatkan sinyal. "Dalam Kota Kupang ada sinyal seluler," katanya. Sementara itu, pohon yang tumbang diterpa angin kencang dan hujan lebat masih banyak yang menutupi ruas jalan. Kabel telepon dan listrik menjuntai bercampur dengan ka

Berita: Aliran Listrik Masih Padam di Kupang Akibat Angin Kencang Siklon Seroja

Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) hingga Senin (5/4) dini hari menyebabkan aliran listrik di Kota Kupang terputus, sedangkan pasokan bahan bakar untuk menyalakan genset terbatas karena stasiun pengisian BBM tidak berfungsi. Kota Kupang masih gelap-gulita hingga Senin (5/4) malam karena angin kencang, yang dipicu siklon tropis Seroja, merobohkan jaringan kabel listrik di Ibu Kota Provinsi NTT itu. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terbatas juga mengakibatkan warga tidak bisa menyalakan genset. “Listrik sampai sekarang betul-betul belum bisa diharapkan karena semua kabel baik dari rumah maupun kabel-kabel utama itu semua putus. Dan kabel utama itu banyak yang sampai di tanah. Tiang-tiangnya miring, roboh,” kata Arifin, seorang warga Kota Kupang kepada VOA . Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan pemulihan kelistrikan terdampak badai siklon tropis Seroja di NTT. Hingga Senin (5/4) pukul 24.00 W

Berita: Badai Siklon Tropis Seroja Terjang Kota Kupang, Anak-anak Yayasan Rumah Impian Cabang Kupang Harus mengungsi

Badai Siklon Tropis Seroja Terjang Kota Kupang, Anak-anak Yayasan Rumah Impian Cabang Kupang Harus mengungsi. Badai siklon tropis Seroja menerjang Kota Kupang, Senin (5/4/2021) dini hari, menyebabkan 1.264 rumah warga rusak berat. yang tersebar di kota Kupang.  Selain itu, menurut laporan dari pendamping Yayasan Rumah Impian Cabang Kupang. Saat ini Kampung dampingan yang terdampak yaitu: Komunitas Aku Ada   1. Komunitas Aku Ada : 18 rmh rusak krna badai 2. Anak2 menunjukkan gejala trauma 3. Sementara ini sedang mengungsi di kantor BMKG  4. Kebutuhan air bersih, bahan makanan dan bahan rumah (seng, tripleks dll)  sedangkan di Jalan Bayam : 1. 3 Rumah yg rusak 2. Anak2 menunjukkan gejala trauma 3. Tidak ada yang mengungsi 4. Kebutuhan seng dan bahan atap, juga tripleks untuk dinding rmh yg rusak. Dari pihak pemerintah setempat telah melakukan pendataan dan saat ini anak-anak dan orangtua mengungsi di kantor BMKG karena saat ini tempat tinggal mereka rusak berat akibat terjangan Badai Sik